Seorang Stafnya Terpapar COVID-19, Pelayanan di Disdukcapil Parigi Moutong Ditutup Hingga 16 Agustus

Tampak kondisi bagian pelayanan di Kantor Disdukcapil Parigi Moutong, yang terlihat sepi dari aktifitas seperti biasanya. (Foto: Istimewa)

JURNAL LENTERA – Akibat salah seorang stafnya dinyatakan positif COVID-19, pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ditutup sementara sejak Senin, 9-16 Agustus 2021.

“Seorang pegawai ini diketahui terpapar COVID-19 saat akan tugas luar. Untuk kepentingan perjalanan, dia melakukan rapid test antigen dan dinyatakan positif pada hari Jumat, 6 Agustus,” ujar Kepala Disdukcapil Parigi Moutong, Hamran Pakaya, Rabu, 11 Agustus.

Dia mengatakan, seluruh pelayanan pengurusan administrasi kependudukan ditutup sementara.

Namun, khusus Bidang Administrasi Keuangan tetap dibuka seperti biasanya.

Langkah yang diambil itu, kata dia, untuk mencegah penyebaran COVJD-19.

Pasalnya, seorang staf yang terkonfirmasi COVID-19 itu bertugas di bagian pelayanan.

“Sebenarnya pegawai lainnya di bagian pelayanan itu belum merasakan gejala, tetapi kami antisipasi lebih dulu,” ucap Hamran.

Dia mengatakan, khusus pegawai bagian pelayanan lain belum dilakukan rapid test antigen.
Pasalnya, sejak diketahui salah seorang stafnya terpapar COVID-19 belum dilaporkan kepada pihak terkait yang melakukan penanganan COVID-19.

Sebab, sebelumnya diketahui terkonfirmasi COVID-19, pegawai tersebut sudah beberapa hari tidak lagi berkantor.

Sehingga, pihaknya menyarankan pegawai lainnya untuk beristirahat dengan catatan segera melapor jika merasakan gejala COVID-19, agar segera mendapat penanganan.

“Staf lainnya di kantor belum juga merasakan gejala. Jadi saya sarankan istrahat dulu di rumah masing-masing, selama sepekan ini,” katanya.

Dia mengaku telah memperketat penerapan protokol kesehatan di Disdukcapil.

Bahkan, para pemohon pembuatan administrasi kependudukan juga dibatasi untuk masuk ke dalam ruang penginputan.

Hanya saja, penyebaran COVID-19 tetap saja terjadi dan kembali mengakibatkan pelayanan harus ditutup sementara.

“Memang sulit dideteksi, karena protokol kesehatan juga sudah dilakukan. Apakah dari masyarakat atau terpapar di luar kantor. Tidak bisa dipastikan. Saya berharap, masyarakat tetap bersabar dengan penutupan sementara khusus pelayanan. Tetapi pelayanan akan dibuka kembali jika sudah dipastikan tidak ada lagi staf kami yang terpapar COVID-19,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi