Sayutin Budianto: Dana CSR Sebaiknya Dimanfaatkan Khusus Pembelian Oksigen

Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto. (Foto: doc JurnalLentera.com)

JURNAL LENTERA – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto, menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sebaiknya memanfaatkan dana Corporate Social Responsobility atau CSR khusus pembelian oksigen untuk penanganan COVID-19.

“Sudah jelas, kita saat ini kekurangan tabung oksigen. Kan, boleh dana CSR itu untuk pendampingan pendanaan penanganan COVID-19, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” kata Sayutin Budianto, saat ditemui di gedung DPRD Parigi Moutong belum lama ini.

Menurutnya, perbaikan alat pengisian tabung oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi juga dapat dibiayai melalui anggaran tersebut.
Sehingga, tepat sasaran, ketimbang membiayai program yang dinilainya belum prioritas di masa pandemi saat ini.

Dengan perbaikan tabung oksigen itu, kata dia, diharapkan menjadi solusi serta dapat mengatasi kekurangan oksigen di rumah sakit.
Sebab, kebutuhan akan terus meningkat menyusul naiknya angka kasus orang terpapar COVID-19.

“Pemanfaatannya akan lebih jelas, solusi soal kekurangan oksigen Insya Allah akan teratasi,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini perusahaan perbankan telah memberikan pendampingan pendanaan melalui CSR dengan total angaran yang cukup besar, mulai dari Rp 300-Rp 500 juta.

Selain itu, khusus pembiayaan oksigen, dana itu dapat pula dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan masyarakat, karena kondisi pandemi.
Misalnya, menyediakan kebutuhan masyarakat seperti beras yang kemudian dibagi-bagikan kepada, yang membutuhkan.

“Ini kan, di masa penerapan PPKM. Bisa juga untuk pembelian beras,” ucap Sayutin Budianto.

Pada kesempatan itu, Sayutin Budianto, juga menyoroti soal 3T yang dinilainya tidak berjalan dengan maksimal oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19.

Menurutnya, jika masih juga terabaikan dan mengakibatkan angka penyebaran virus tetap tinggi, serta korban meninggal dunia banyak, pihaknya berpendapat penanganan pandemi di Parigi Moutong tidak serius.

“Ini perlu ditindaklanjuti. Dan ini tugas kami, melakukan pengawasan khusus. Kalau memang mereka tidak mampu melaksanakan, mundur saja jadi Kepala Dinas Kesehatan,” tegas Sayutin Budianto.

Dia juga berpendapat, perlu adanya langkah kongkrit Pemda Parigi Moutong dalam penanganan COVID-19.

“Tetapi kami akan melihat tindaklanjut hasil rapat kemarin. Saya juga sudah melihat banyak langkah-langkah dilakukan Sekda, misalnya soal bantuan pinjaman alat mobile PCR,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi