Pendaftar PPPK dan CPNS di Parigi Moutong Wajib Lakukan Ini, Panitia Seleksi Temukan Banyak Kesalahan

Ahmad Saiful - Kepala BKPSDM Parigi Moutong

JURNAL LENTERA – Panitia seleksi pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang saat ini tengah mensortir sekitar 70 persen berkas, yang telah masuk sebut banyak menemukan penulisan nama tidak sesuai.

“Berkas kami terima dari Kantor Pos sudah mencapai 70 persen. Saat ini kami telah masuk pada tahapan sortir berkas calon peserta yang disesuaikan dengan akun pendaftaran calon peserta,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parigi Moutong, Ahmad Saiful, di ruang kerjanya, Jumat, 23 Juli 2021.

Dia membenarkan banyaknya ditemukan nama dalam akun pendaftaran milik calon peserta yang disesuaikan dengan berkas, tidak sesuai dari hasil penyortiran yang dilakukan panitia.

Para calon peserta yang telah menyetorkan berkasnya, kata dia, hanya mencantumkan nama berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Hal-hal yang tidak sesuai ketentuan, dalam pengumuman nanti akan dianggap Tidak Memenuhi Syarat atau TSM,” tegas Ahmad Saiful.

Menurutnya, persoalan itu mungkin dianggap hal kecil bagi para calon peserta. Namun, justru berpengaruh pada hasil akhir, atau ketika peserta dinyatakan lolos dan saat SK dikeluarkan.
Sebab, kesalahan penulisan nama akan dianggap orang yang berbeda.
Sehingga, seluruh berkas terlampir dalam akun harus dipastikan sesuai dengan berkas terkirim melalui Kantor Pos dan ketentuan pendaftaran.

“Saya menduga, kemungkinan calon peserta menggunakan jasa orang untuk membuat akun pendaftaran. Makanya ditemukan penulisan nama tidak sesuai saat disortir,” katanya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini pendaftar PPPK tenaga guru sebanyak 1.242 orang.
Sedangkan PPPK non guru sebanyak 160 orang, namun jumlah itu dianggap masih kurang dari kuota yang ditetapkan 180 peserta.

Sementara itu, khusus jalur CPNS dengan kuota 106 orang untuk formasi kesehatan dan teknis, pendaftarnya telah mencapai 1.081 orang.

“Jadi, tenaga kesehatan yang masih memenuhi syarat untuk masuk melalui jalur CPNS. Mereka lebih cenderung memilih di jalur itu, dibandingkan PPPK,” ucap Ahmad Saiful.

Dia menambahkan, masih ada kesempatan bagi para calon peserta untuk segera melengkapi berkasnya.
Sebab, batas waktu pendaftaran diperpanjang hingga 26 Juli 2021.

“Alasan pemerintah pusat memperpanjang waktu, kami tidak tahu persis. Bagi kami, memenuhi atau tidak kuota itu, sebenarnya bukan menjadi masalah,” ujarnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi