Pembangunan UTD PMI Parigi Moutong, Puja: Butuh Dukungan Pemda

Kepala Markas PMI Parigi Moutong, Nur Srikandi Puja Passau. (Foto: doc akun facebook Srikandi Puja Passau)

JURNAL LENTERA – Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, rencananya akan membangun Unit Transfusi Darah atau UTD, karena melihat tingkat kebutuhan darah yang masih menjadi masalah setiap tahun.

“Tingkat kebutuhan darah bagi resipien atau penerima darah masih menjadi masalah setiap tahun. Berangkat dari hal itu, makanya diwacanakan pembangunan UTD. Namun, membutuhkan dukungan anggaran dan peralatan donor darah. Ini merupakan bagian rencana jangka panjang PMI, untuk membangun UTD, karena kebutuhan darah di Parigi Moutong banyak sekali, tapi tidak terlepas dari dukungan pemerintah,” ujar Kepala Markas PMI Parigi Moutong, Nur Srikandi Puja Passau, yang dihubungi via telepon seluler pada Selasa malam, 27 Juli 2021.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) terkait dukungan pembangunan UTD ke PMI.

Khusus lokasi, kata dia, PMI telah menyiapkannya.
Namun, masih terkendala dengan anggaran pembangunannya.
Bahkan, Sekda Parigi Moutong, juga telah berkomunikasi dengan Direktur RSUD Anuntaloko Parigi terkait wacana peralihan penggunaan peralatan donor darah di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) untuk UTD PMI nanti.

“Berdasarkan Permenkes, rumah sakit hanya untuk Bank Darah, bukan unit transfuse. Tetapi, karena ada revisi, rumah sakit dibolehkan membuka unit transfuse,” jelasnya.

Dia mengatakan, jika ada kasus pasien yang berasal dari bagian utara Parigi Moutong, yang membutuhkan darah dan harus dirujuk hingga ke rumah sakit di ibu kota kabupaten.
Sedangkan di Rumah Sakit Tombolotutu di Kecamatan Tinombo sudah memiliki Bank Darah, namun tidak difungsikan.
Sebab, peralatan dan petugasnya belum memadai.

Berbeda jika UTD PMI telah dibuka, kata dia, pasien yang berasal dari bagian utara Parigi Moutong yang membutuhkan darah itu tidak perlu lagi dirujuk hingga ke rumah sakit di ibu kota kabupaten.

“UTD PMI yang bantu menyediakan stok darah di Bank Darah Rumah Sakit Tombolotutu,” ucap Puja sapaan akrabnya.

Terkait ketersediaan peralatan, PMI saat ini tengah melakukan komunikasi dengan perusahaan Alat Kesehatan (Alkes) untuk sistem pembayaran bertahap atau dicicil.
Sebab, biaya pengadaan peralatan ini sangat besar, yang diakuinya tidak dapat dibiayai PMI, meskipun menggunakan anggaran operasional.

Hanya saja, jika didukung dengan keberadaan UTD, PMI akan mendapatkan anggaran hibah dari Pemda, setidaknya jauh lebih besar.

Sehingga, dapat membayar pengadaan Alkes tersebut.

Contohnya ditingkat provinsi, dana hibah yang diperuntukan bagi PMI mencapai Rp 2 miliar.
Mengingat biaya pengelolaan UTD cukup besar, karena untuk honor tenaga pembantu, dokter hingga perawat.

Dijelaskannya, jika dilihat dari letak geografis Parigi Moutong dengan keberadaan UPTD di RSUD Anuntaloko tidak akan maksimal.
Sebab, tugas UPTD sebenarnya hanya menyiapkan darah pengganti atau tidak dapat melakukan pengambilan darah keluar dari rumah sakit.
Namun, berbeda dengan PMI yang dapat melakukan sosialisasi donor darah dan melakukan pengambilan darah secara luas.

“Karena kami tidak memiliki gedung dan peralatannya. Jika ada keluarga pasien yang membutuhkan darah, kami memberikan kontak relawan pendonor berdasarkan data kami. Selain itu, petugas PMI secara rutin, setiap tiga bulan lakukan donor darah,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi