Nasdem Mulai Panaskan ‘Mesin’ Partai Jelang Pemilu 2024

Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad H Ali tiba di Palu untuk membuka Rapat Koordinasi Wilayah Partai Nasdem, 2-3 April 2021. (Foto : Patar/KabarSelebes.id)

JURNAL LENTERA – Partai Nasdem mulai melakukan konsolidasi secara nasional untuk memperkuat partai menghadapi ajang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024. Saat ini, partai besutan Surya Paloh menghelat rapat koordinasi wilayah di seluruh Indonesia.

“Hari Sulawesi Tengah adalah propinsi kesembilan yang kami kunjungi dalam perjalanan putaran pertama ini. Nanti akan berakhir di Maluku, Insya Allah pada 7 April,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad H Ali, Kamis sore, 1 April 2021 di Palu.

Dilansir dari KabarSelebes.id pada Jum’at 2 April, menurut Ahmad Ali, politik itu bukan kerja jangka pendek, bukan kerja tiba-tiba bergerak. Politik itu ialah kerja panjang yang terus menerus dilakukan apalagi konsolidasi partai.

“Membangun struktur partai adalah kewajiban dan keharusan bagi sebuah partai yang kemudian punya cita-cita ingin besar. Karena Partai Nasdem lahir sebagai tuntuan sejarah yang kemudian bukan hanya sekadar mengikuti Pemilu, tapi dia bertujuan salah satunya adalah bagaimana komitmen berbangsa dan bernegara, maka kemudian harus disiapkan secara matang. Salah satu syarat menjadi pemenang adakah ketika mesin partai itu terbentuk dan kuat,” ujar Ahmad H Ali.

Kata Ahmad Ali, adapun kehadiran tokoh di partai ini adalah sebagai instrumen tambahan untuk melakukan penguatan pada sistim.

“Tapi Partai Nasdem bergeser dari mwngutamakan tokoh tapi bagaimana kemudian membangun sistim kepartaian. “Sistim kepartaian itu harus dibangun lewat konsolidasi. Inilah yang sdang kami lakukan sebagai wakil ketua umum partai,” kata Ahmad Ali.

Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu, faktor utama bagi Nasdem, instrumen utama kekuatan partai itu ialah sistem kepartaiannya.

“Kalau sistem kepartaiannya kuat terbentuk sampai ranting (DPRt) yang ditargetkan terbentuk hingga Agustus 2021, di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Tidak ada kerja rodi yang kami lakukan. Tetapi ini adalah kerja yang terencana. Kami akan bergerak terus sampai menghadapi pemilihan 2024. Itu yang menjadi agenda utama dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Untuk evaluasi kepengurusan, kata Ahmad Ali itu ada indikator yang ditetapkan oleh internal partai. Di Partai Nasdem ini tidak ada yang abadi, tidak ada limitasi waktu kepengurusan partai.

“Yang menentukan berapa lama berada di struktur partai menjadi ketua partai dan lain-lain, itu berdasarkan kinerja. Nah, kadangkala ada subjektifitas di situ. Tapi Insya Allah kami sudah menyiapkan instrumen-instrumen untuk melakukan penilaian terhadap kinerja-kinerja tersebut. Namun ada tradisi yang tidak dimiliki partai lain yaitu pergantian kepengurusan partai dari masa ke masa, dari waktu ke waktu itu tidak membuat perpecahan internal partai,” ujar Ahmad H Ali.

Tambah Ahmad Ali, mengganti ketua DPD di Nasdem itu bukan perkara yang ribet.

“Bagi kami yang terpenting, semua orang yang ada di struktur partai Nasdem itu ialah pengabdian. Jadi pengabdian kita bukan pada jabatan partai tapi cita-cita partai. ehingga siapapun yang kemudian dianggap cakap, mampu untuk menunaikan atau memperjuangkan cita-cita partai itulah yang menjadi orang yang disupport untuk menjadi memimpin partai. Dan barisan lain tetap solid berada di belakangnya untuk mendorong,” katanya.

Menurutnya, sejak berada dan memimpin di Partai Nasdem Sulawesi Tengah, tidak pernah ada guncnagan atau turbulensi yang terjadi.

“Hasilnya apa, 2019 Partai Nadem menjadi pemenang Pemilu. Hasilnya apa, tahun 2020 Rusdi Mastura menjadi gubernur Sulawesi Tengah karena soliditas partai terbangun dengan baik. Meski demikian Naem juga gagal di dua Pilkada yaitu di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Kegagalan itu bukan pada menempatkan figur tetapi kemudian bagaimana memanaskan mesin partai,” kata Ahmad H Ali.

Sumber : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi