Metode Bercocok Tanam Padi Hazton Disosialisasikan di Parigi Moutong

Sosialisasi Budidaya Padi Melalui Metode Hazton (Foto : Diskominfo)

JURNAL LENTERA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) setempat mensosialisasikan metode Hazton, cara bercocok tanam padi menggunakan bibit tua berumur 35-35 hari pada Rabu, 7 April 2021.

“Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang berada di garis khatulistiwa, sehingga tidak heran dijuluki lumbung beras terbesar di Sulawesi Tengah, karena tanahnya subur dengan penghasilan berton-ton beras,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, H. Badrun Nggai, SE dalam sambutannya sesaat sebelum membuka sosialisasi metode bercocok tanam Hazton.

Dikatakannya, hampir sebagian besar masyarakat di Parigi Moutong, makanan pokoknya adalah beras untuk memenuhi kebutuhan kalori.

Kebutuhan untuk mengkomsumsi beras, kata dia, akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan realisasi produksi.
Namun, diakhir-akhir ini kian menurun, sedangkan biaya produksi satuan lahan semakin meningkat.

Sedangkan upaya untuk mengatasi permasalahan itu, Pemda Parigi Moutong mencanangkan peningkatan produksi padi nasional sebesar 1,5 persen per tahun.

Olehnya, ia mengajak untuk membangun kerjasama dalam meningkatkan produksi padi di Parigi Moutong dengan menggunakan metode Hazton.

“Metode bercocok tanam padi Hazton ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jadikan metode Hazton ini untuk meningkatkan produksi padi di Parigi Moutong,” pungkasnya.

Laporan : Diskominfo Parigi Moutong

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi