‘Lawan’ Pengaruh Gadget Pada Anak dengan Buku

Dua orang balita tengah berjibaku dengan buku di Lapak Baca TBM Sou Mpelava sebagai upaya memperkenalkan anak terhadap buku untuk menanamkan budaya membaca dari sejak dini. (Foto: Roy Lasakka/JurnalLentera.com)

JURNAL LENTERA – Lapak baca yang menjadi kegiatan rutin komunitas literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sou Mpelava di Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebagai bentuk upaya mendekatkan buku dengan pembaca, khususnya anak usia dini dan masyarakat secara umum.

“Tujuannya sederhana, mendekatkan buku dengan pembaca. Kami ingin membudayakan minat baca, agar anak-anak atau masyarakat kembali membaca buku,” ujar relawan literasi TBM Sou Mpelava, Syilva Muslimah, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurutnya, kurangnya minat baca anak atau masyarakat selama ini bukanlah masalah utama.
Namun, yang menjadi masalah utama kurangnya minat baca dikarenakan buku tidak sampai ke pembaca.

“Bagaimana mau naik minat baca, sedangkan buku tidak sampai ke pembaca. Disetiap rumah pasti anak-anak sudah miliki HP, tapi belum tentu ada buku yang bisa mereka baca,” katanya.

Dia menjelaskan, setiap rumah yang terdapat anak dengan usia SD dipastikan sudah memiliki HP.
Namun, bisa dipastikan anak tersebut tidak mendapatkan buku yang menarik untuk dibacanya.

“Kami sudah melakukan survei soal itu. Saya yakin, anak-anak bisa menyukai buku kalau mereka dikenalkan dengan buku,” akunya.

Dia mengaku sejauh ini kegiatan lapak baca khusus anak atau masyarakat masih sering dilaksanakan di sekitar wilayah Kecamatan Parigi Tengah, yang terdapat pemukiman padat penduduk.

Selain itu, khusus kegiatan literasi, TBM Sou Mpelava juga membuka kelas menggambar, kelas menulis sederhana. Dimana, anak-anak diajarkan menulis aktifitasnya dalam sehari.

Selain itu, ada juga kelas mewarnai khusus anak PAUD biasa.

Bahkan, para relawan literasi TBM Sou Mpelava juga sering membuka layanan pinjam buku di tempat.

“Kalau kegiatan buka lapak baca buku itu, kami laksanakan setiap pekan sekali,” tandasnya.

Tidak hanya di wilayah Kecamatan Parigi Tengah, kegiatan buka lapak baca juga dilaksanakan dibeberapa lainnya seperti di Kampung KB di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara dan Uevolo, Kecamatan Siniu.

Selain buku khusus anak-anak, kegiatan buka lapak baca tersebut, juga menyediakan buku khusus orang dewasa.
Bahkan, kegiatan itu, juga menyediakan buku-resep masakan khusus para ibu yang datang membawa anak-anaknya.

“Kami juga sudah membuka pojok baca yang program Sanjayo Literasi dengan melibatkan pegiat literasi Parigi Moutong yang dilaksanakan di wilayah terpencil Desa Lombok Barat, Dusun Gianang, Kecamatan Tinombo,” akunya.

Dalam program tersebut, kata dia, para pegiat literasi membawa 100 eksemplar yang dikumpulkan dari hasil donasi untuk dihibahkan bagi anak-anak di dusun itu.

“Dalam program pembukaan pojok baca itu, kami menghibahkan buku yang kemudian dikelola dengan baik. Sistim, anak-anak bisa pinjam baca buku yang disediakan di pojok baca itu,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi