Kehabisan Oksigen, Lima Pasien COVID-19 di RSUD Anuntaloko Parigi Meninggal Dunia

RSUD Anuntaloko Parigi. (Foto: Novita Ramadhan/FokusSulawesi.com)

JURNAL LENTERA – Diduga akibat kehabisan oksigen, lima pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meninggal dunia sejak Sabtu, 7 Agustus hingga Ahad, 8 Agustus 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, meninggalnya lima pasien COVID-19 disebut akibat kelalaian pihak RSUD Anuntaloko Parigi yang sebelumnya telah mengetahui stok oksigen berkurang.

Herannya, ketika stok oksigen benar-benar habis, pihak RSUD Anuntaloko Parigi disebut baru akan memesan oksigen di Kota Palu. Hingga lima pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan pemesanan oksigen yang dilakukan di hari libur tidak dapat dipenuhi pihak perusahaan.

Apalagi, stok oksigen di RSUD Anuntaloko Parigi saat ini minim, karena meningkatnya jumlah pasien terpapar.

Namun, menurut sejumlah pihak, hal itu tidak dapat dijadikan alasan.

Seharusnya, pihak RSUD Anuntaloko Parigi sudah melakukan langkah antisipasi untuk mengatasi terjadinya kekurangan oksigen.
Misalnya, meningkatkan jumlah pemesanan stok oksigen yang melebihi dari kebutuhan pasien.

Sedangkan pasien COVID-19 dengan gejala kritis dalam sehari menghabiskan oksigen hingga dua tabung.

Ditambah lagi, jumlah pasien COVID-19 yang ditangani pihak RSUD Anuntaloko Parigi tercatat sebanyak 75 orang dengan stok oksigen terbatas.

Sehingga, RSUD Anuntaloko Parigi dianggap tidak siap menangani pasien COVID-19.

Kondisi itu dianggap tidak bisa dibiarkan berlama-lama, sebab berkaitan dengan nyawa manusia.
Tidak hanya itu, diduga terjadi kesalahan koordinasi dalam penanganan pasien COVID-19 yang mengakibatkan banyak hal tidak tertangani dengan baik.

Diklarifikasi soal itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Rustam Manga, mengatakan pihaknya tidak bisa menanggapi persoalan tersebut.

Sedangkan untuk memastikan penyebab meninggalnya pasien COVID-19 harus ada penjelasan terlebih dahulu dari dokter yang menangani.

“Kami sudah agendakan rapat besok terkait persoalan lima pasien yang meninggal ini,” ujar Rustam, Ahad, 8 Agustus.

Terkait stok oksigen, Rustam, membantah disebut mengalami kehabisan.
Namun, stok oksigen hanya sempat menipis sejak Sabtu, 7 Agustus.

Sejak alat pengisi oksigen milik RSUD Anuntaloko Parigi mengalami kerusakan, kata dia, ketersediaan oksigen sangat bergantung kepada pihak penyedia di Kota Palu.

“Kebutuhan meningkat, pasien yang rata-rata dalam keadaan kritis membutuhkan lebih banyak oksigen, bahkan dua tabung perhari,” katanya.

Terkait lima pasien COVID-19 yang meninggal dunia, kata dia, diketahuinya dengan kondisi gejala kritis.

Sedangkan keluarga dari salah satu orang pasien yang meninggal dunia menolak dimakamkan secara protokol kesehatan.

“Jadi yang kami tangani pemulasarannya hanya empat orang pasien saja. Sedangkan satu orang pasiennya lagi yang merupakan warga asal Ampibabo, yang meninggal pada hari Sabtu, sudah dibawa keluarganya,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi