Example 970x250
Ragam  

Hasrat Merdeka Menjadi DOB dan Semangat Pejuangan Tombolotutu

JURNAL LENTERA – Keinginan masyarakat di wilayah Tomini Raya dan Kecamatan Moutong untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) kembali menghangat dalam perbincangan publik.

Apalagi jika dikaitkan dengan diaunugerahkannya Raja Tombolotutu menjadi pahlawan nasional hari ini, Rabu 10 November 2021.

Mulhanan Tombolotutu, tokoh Sulawesi Tengah, mantan Wakil Walikota Palu  yang dihubungi terkait hal itu mengatakan, dirinya mengapresiasi keinginan masyarakat tentang DOB. Ia menilai, beberapa indikator sudah dipenuhi untuk dua daerah yang ingin merdeka.

“Kalau kita kaitkan semangat yang dulu yang dikobarkan Tombolotutu, dilihat dari perjalanan sejarahnya karena tidak bersepakat dengan adanya penjajahan, ini bisa,” kata Mulhanan, yang saat ini didaulat keluarga untuk menerima penganugerahan Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional di Istana Merdeka Jakarta.

Kemudian kalau dikaitkan dengan konteks kekinian kata Mulhanan, daerah yang menjadi wilayah perjuangan Tombolotutu, mulai dari Moutong, kemudian ke wilayah kepulauan Togean hingga ke wilayah barat di Kabupaten Donggala, sudah mekar menjadi wilayah otonom.

BACA JUGA:  Dihadiri Kaltim, Pemprov Sulteng Gelar Workshop Keprotokolan Regional Sulawesi

“Kalau kita lihat titik starnya itu ada di Moutong atau di Tomini, maka tidak salah juga, sudah saatnya semangat itu diimplementasikan dalam bentuk mengatur daerah dan rakyatnya sendiri, dalam bentuk kekinian itu ya DOB itu,” kata Mulhanan.

Mulhanan menilai baik Tomini maupun Moutong sangat layak menjadi DOB jika ditinjanu dari beberpa pendekatan. Soal jarak misalnya, Kabupaten Parimo cukup panjang dari Maleali hingga Molosipat, sehingga sistem pelayanan kepada masyarakat juga bisa terhambat.  Makanya kata dia, DOB adalah solusi untuk mendekatkan pelayanan bagi masyarakat.

“Dari segi potensi jumlah penduduk, dalam hal ini SDM sudah cukup. Apalagi dengan sumber daya alam. Kita mempunyai sumber daya kelautan, sumber daya mineral, komiditi dan swasembada pangan yang cukup besar. Oleh karena itu, DOB ini adalah sesuatu yang bisa kita lakukan,” kata Mulhanan.

BACA JUGA:  Erwin-Sahid Bikin Keok Nizar-Ardi di Kampung BERSINAR

Ia juga menegaskan, bahwa upaya untuk DOB bukanlah cara untuk bagi-bagi kekuasaan. Tapi menurutnya suatu wilayah bisa menjadi mandiri dengan memaksimalkan potensi yang ada.

Makanya menurut Mulhanan, harus ada political will dari pemerintah daerah, baik pemerintah maupun legislatif untuk melakukan upaya serius. Termasuk perwakilan Sulteng yang ada di DPR RI.

BERITA TERKAIT: Pemuda Parimo Harus Punya Semangat Juang Tombolotutu

BERITA TERKAIT: Kampanye Lewat Medsos, Anwar Hafid Dukung Pemekaran DOB Tomini Raya dan Moutong

Laporan: M. Sahril

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *