Feri Budi Utomo: BKPSDM Parigi Moutong Harus Sikapi Kepsek yang Diduga Abaikan Tugasnya

Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Feri Budi Utomo. (Foto: Novita Ramadhan)

JURNAL LENTERA – Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Feri Budi Utomo, mendorong Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat untuk menyikapi dugaan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Baliara di Kecamatan Parigi Barat yang diduga mengabaikan tugasnya, karena aktifitas tambang.

“BKPSDM harus menindaklanjuti persoalan ini. Harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud),” ujar Feri, Senin, 30 Agustus 2021.

Dia mengatakan, jika yang bersangkutan dinyatakan bersalah, tentunya harus diberikan sanksi, baik teguran atau sanksi lainnya sebagai langkah memberikan efek jerah maupun contoh kepada Aparat Negeri Sipil (ASN) lainnya.

Apalagi, Kepsek SDN Baliara diduga mengabaikan tugasnya hanya karena melakukan aktifitas pertambangan emas di lokasi yang belum memiliki kejelasan terkait status izinnya.

“Perlu dicari tahu, kebenaran Kepsek abaikan tugasnya,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Disdikbud Parigi Moutong, Aminuddin, mengatakan setelah mendapatkan informasi tersebut dari beberapa media, pihaknya langsung mengundang yang bersangkutan.

Menurut Kepsek SDN Baliara, kata dia, ketidak hadirannya selama dua pekan, karena sedang menjalani isolasi mandiri.

Namun, jelang pelaksanaan sosialisasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), yang bersangkutan telah kembali menjalankan tugas seperti sebelumnya.

“Dua pekan terakhir, yang bersangkutan memang mengaku tidak masuk. Alhamdulilah, ketika ANBK, yang bersangkutan sudah bisa hadir,” kata Aminuddin.

Kepsek SDN Baliara, kata dia, juga beralasan tidak aktif di sekolah karena mencari operator yang dapat membantunya membuat laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan data Dapodik.

“Karena dia tidak punya operator, dia sering keluar kantor untuk mencari bantuan mengurus itu. Kadang dia kerja di sekolah dan kadang juga di luar,” katanya.

Sedangkan dugaan keterlibatannya di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kayuboko, kata Aminuddin, yang bersangkutan membantahnya.
Sebab, yang bersangkutan mengaku datang ke lokasi tambang hanya sebatas melihat aktifitas masyarakat di sana.

“Dia bilang hanya jalan-jalan mau lihat emas itu. Saya juga kalau dekat disitu, saya lihat-lihat kesitu. Tapi kalau untuk terjun langsung, menurut yang bersangkutan tidak ada,” ungkapnya.

Hanya saja, Aminuddin, mengaku tidak sempat menanyakan dugaan keterlibatannya dalam menyediakan mesin untuk aktifitas tambang di Desa Kayuboko.

Padahal, sebelumnya Kepsek SDN Baliara saat dikonfirmasi mengaku hanya menyediakan mesin ketika ada seseorang membutuhkan.
Tetapi dirinya tidak menyebutkan secara detail, mesin apa yang dimaksudnya.

“Kami telah membuat kesepakatan bersama Kapsek, agar tetap aktif dan tidak mengabaikan tugasnya,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi