Enam Bangunan Semi Permanen di Palu Ludes Terbakar

Warga mengangkat tumpukan kayu yang terbakar di Jalan Kelor, RT 2 RW 7, Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Rabu 3 Maret 2021. (Foto : Adi Pranata/KabarSelebes.id)

JURNAL LENTERA – Enam bangunan semi permanen di jalan Kelor, RT 2, RW 7, Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, ludes dilalap si jago merah pada Rabu 3 Maret 2021, sekitar pukul 16.30 WITA. Api diduga berasal dari tabung gas penjual pisang goreng yang meledak.

Dilansir dari KabarSelebes.id, Sariwati (41) penjual pisang goreng mengaku saat itu dia bersama anaknya, Sukmawati (22) sedang bersiap untuk berjualan.

Sariwati ketika itu mengaku keluar sebentar meninggalkan anaknya yang masih menggoreng pisang.

Setelah kembali dia mengaku kaget api sudah melalap bangunan yang sudah dikontrak hampir empat tahun sampai akhirnya merembet ke lima bangunan lainnya.

“Anakku saja tadi saya tinggal di situ,” katanya.

Menurut pengakuan anaknya, dikatakan regulator tabung gas LPG yang digunakan mengeluarkan api ketika sedang memasak. Beruntung kata dia ada warga di sekitar yang cepat membantu.

“Saya baru datang nanti sudah kebakaran,” katanya.

Menurut warga sekitar, sebelum kebakaran terdengar bunyi ledakan sebanyak dua kali dari tempat penjual pisang goreng tersebut. Api yang keburu membesar ditambah angin yang kencang membuat bangunan di sekitar ikut terbakar.

Pemadam yang menerima laporan beberapa menit berselang langsung menuju ke lokasi kebakaran. Menurut Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan kota Palu, Sudaryano Lamangkaona, akibat stok air Damkar yang terbatas menyebabkan api lama dipadamkan.

“Hanya karena ada satu bak yang tempat untuk mengambil air di belakang kantor walikota,” katanya.

Ia membenarkan api diduga dari salah satu penjual pisang goreng. Dia bilang sebab di belakang penjual pisang goreng terdapat penjual kayu, api akhirnya cepat menjalar dan ikut membakar bangunan di sekitar. 

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini sementara kerugian akibat dari kebakaran belum bisa diketahui.

Lurah Balaroa, Rahmansyah SH saat ditemui di lokasi kejadian mengaku akan mendata terlebih dahulu nama korban yang bangunannya terbakar.

“Kita akan data dulu nanti akan memperoleh bantuan dari Dinas Sosial,” katanya.

Sumber : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi