Ekspor Perdana 1,6 Ton Rempah-rempah Sulteng ke Jepang

Balai Karantina Pertanian kelas II Palu bersama unsur pemerintah terkait saat melepas 1,6 ton komoditas perkebunan di Sulawesi Tengah ke Jepang melalui jalur udara di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. (Foto: doc KabarSelebes.id)

JURNAL LENTERA – Balai Karantina Pertanian kelas II Palu bersama unsur pemerintah terkait melepas komoditas ekspor sebesar 1,6 ton ke Jepang dengan nilai ekonomis 470.000 yen atau setara Rp 76 juta.

Dilansir dari KabarSelebes.id, komoditas berupa bawang merah (1000 Kg), kemiri (600 Kg), dan kelapa muda (100 Kg) itu dilepas pada Jumat 26 Februari 2021, melalui jalur udara di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, Amril Manapo, pada kesempatan itu mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, terkhusus kepada eksportir PT. AKI yang melihat potensi peluang ekspor ke Jepang.

“Tak mudah untuk produk pertanian masuk negara tersebut, hal ini dikarenakan persyaratan sangat ketat. Salah satu harus bebas dari hama dan penyakit,” katanya.

Data Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) Badan Karantina Pertanian mencatat, komoditas ekspor sangat didominasi dari sektor perkebunan yang rutin lalulintasnya seperti tepung kelapa, minyak kelapa, kakao biji, dan kelapa bulat.

Amril menyebutkan memang Komoditas pertanian yang di ekspor masih dominasi oleh sektor perkebunan, padahal sektor hortikultura seperti buah dan sayuran sangat potensial untuk juga bisa menembus pasar mancanegara. Pada tahun 2020 nilai ekonomis komoditas pertanian yang diekspor ke negara-negara Asia, Eropa dan Amerika Latin ini mencapai hampir Rp 400 miliar.

“Upaya mendorong peningkatan ekspor dari value dan diversitas produk di Sulteng, kami dukung implementasinya dalam wujud kegiatan Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian),” ucap Amril.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, Richard A Djanggola mengatakan pengiriman ke Jepang berkat adanya jaringan pasar. Eksportir kata dia mengetahui komoditi-komoditi apa yang dibutuhkan masyarakat di negara tersebut.

Selain Bawang Merah, Kemiri dan kelapa Muda, sebelumnya komoditi seperti lada, daun salam, serta daun kunyit juga telah dikirim.

“Ini tinggal di Follow Up saja, bagaimana komoditi-komoditi itu bisa diterima di tengah masyarakat,” katanya.

“Mudah-mudahan apabila sesuai dengan kebutuhan mereka, tinggal eksportir ini mencari suplayer di Kota Palu atau Sulawesi Tengah,” imbuh dia.

Sebagai informasi, Ekspor ke negeri matahari terbit tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan. Meksipun tonase yang dikirim jumlahnya kecil, Amril bilang setidaknya hal ini menjadi pembuka jalan sekaligus memberi bukti bahwa produk pertanian di Sulawesi Tengah sangat diminati pasar mancanegara.

“Ke depan, ini sudah tentu menjadi angin segar bagi calon eksportir untuk bisa melakukan hal yang sama jika permintaan banyak tentunya volume yang akan meningkat sehingga akan berdampak positif bagi daerah,” ujarnya.

Sumber : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi