DPRD Parigi Moutong ke Dinkes: Vaksinasi Tenaga Guru Harus Diprioritaskan

Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Feri Budi Utomo. (Foto: Novita Ramadhan)

JURNAL LENTERA – Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Feri Budi Utomo, mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk segera memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga guru di seluruh satuan pendidikan.

“Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas sesuai perkembangan sebentar lagi akan dibuka. Meskipun tenaga guru dan bahkan peserta didik belum menjalani vaksinasi,” ujar Feri sapaan akrabnya, Ahad, 5 September 2021.

Dia mengatakan, salah satu indikator agar dapat melaksanakan PTM terbatas di suatu daerah berdasarkan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yaitu, penuntasan pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga guru.

Namun, belakangan ini PTM terbatas tetap dapat dilaksanakan bagi daerah di kategori level III.
Hanya saja, hal tersebut jangan sampai membuat Dinkes tidak memprioritaskan vaksinasi tenaga bagi tenaga guru.

Sebab, jaminan keselamatan peserta didik dimasa pandemi COVID-19 akan menjadi tanggungjawab setiap satuan pendidikan dan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD terkait.

“Hal-hal yang menjadi penunjang untuk memutus mata rantai penyebaran virus harus dipenuhi, salah satunya vaksinasi,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pedoman atau teknis yang menjadi acuan PTM terbatas harus benar-benar dijalankan oleh setiap satuan pendidikan. Bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban agar PTM terbatas dapat terlaksana.

Dia mengaku bersepakat, jika proses pembelajaran dilakukan dengan cara berjadwal dan mengurangi jumlah peserta didik dalam satu ruangan kelas.

Menurutnya, alangkah baiknya satuan pendidikan bekerja ekstra dengan penerapan teknis pelaksanaan tersebut dibandingkan pembelajaran terus dilaksanakan secara online.

Mengingat sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ dalam jangka waktu lama dikhawatirkan akan mempengaruhi terhadap kualitas peserta didik dimasa yang akan datang.

“Lebih baik seperti itu, berjadwal dan mengurangi jumlah siswa dalam satu ruangan. Supaya peserta didik juga tidak berlama-lama dilingkungan sekolah,” tandasnya.

Selain itu, menurut Feri, satuan pendidikan juga harus benar-benar memastikan peserta didik menerapkan Protokol Kesehatan atau Prokes selama dilingkungan sekolah seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Bila perlu, kata dia, alat pendeteksi tubuh juga harus digunakan dan bukan hanya sebagai pelengkap.

Sehingga, ketika ada peserta didik yang ditemukan dalam kondisi tidak sehat, dapat disarankan untuk pulang dan menundanya untuk mengikuti pembelajaran bersama siswa lainnya.

“Saya berharap, PTM terbatas nanti berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan baru dalam penanganan COVID-19,” pungkasnya.

Laporan : Multazam

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi