Disperindag Parigi Moutong Susun Regulasi Program Kamis Berkah

Kepala Disperindag Parigi Moutong, Moh. Yasir, saat menghadiri RDP yang dilaksanakan Komisi II DPRD, Selasa 29 Juni 2021. (Foto : Novita Ramadhan/FokusSulawesi.com)

JURNAL LENTERAL – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parigi Moutong Sulawesi Tengah saat ini tengah menyusun regulasi, sebagai acuan program Kamis Berkah.
“Regulasi itu akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan program Kamis Berkah,” ungkap Kepala Disperindag Parigi Moutong, Mohammad Yasir saat dihubungi, Jumat, 27 Agustus 2021.
Dia mengatakan, tujuan penyusunan regulasi itu dimaksud agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan terus berkelanjutan.
Selain itu kata dia, karena program Kamis Berkah itu dilaksanakan untuk mengajak seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) berbelanja ke pasar-pasar tradional, dipandang perlu untuk menuangkan jadwal pelaksanaan.
“Jadi nantinya akan diatur, berapa kali dalam sebulan. Tapi kemungkinan dalam satu bulan empat kali. Hanya saja, ada juga pasar di beberapa kecamatan dilaksanakan seminggu atau sebulan sekali, jadi harus di sesuaikan lagi,” kata dia.
Proses sosialisasi terkait program Kamis Berkah juga akan mulai dilaksanakan, jika regulasi pelaksanaan telah disahkan, entah dalam bentuk surat edaran atau Peraturan Bupati (Perbup). Nantinya, pihaknya akan meminta petunjuk bagian hukum dan perundang- undangan (Kumdang) sekretariat daerah setempat.
Dia menjelaskan, program Kamis Berkah bertujuan untuk mendorong peningkatan pertimbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong, dan meningkatkan daya beli masyatakat.
Kemudian, pihaknya berharap pelaksanaan itu juga dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya ASN untuk memanfaatkan keberadaan pasar di wilayah masing-masing. Sehingga, tidak lagi memenuhi kebutuhannya dengan berbelanja keluar daerah.
“Jadi perputaran ekonomi di Parigi Moutong juga lebih maksimal lagi, meskipun nanti dilaksanakan seminggu sekali,” ujarnya.
Sesungguhnya kata dia, pihaknya berkeinginan pelaksanaan Kamis Berkah ini dilaksanakan sesegera mungkin, namun kondisi pandemi Covid-19 menjadi kendala karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerumunan.
“Tapi semua itu masih dalam proses penyusunan. Kami berharap program ini juga mendapatkan dukungan, khususnya para ASN,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi