Disdukcapil Parigi Moutong Sasar Desa Terpencil, Dekatkan Pelayanan

Salah satu peralatan milik petugas pencatatan Disdukcapil Parigi Moutong yang dibawa menggunakan sepeda motor menuju kawasan perkampungan terpencil. (Foto: doc Disdukcapil Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali menyasar desa-desa terpencil sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat setelah sempat terhenti akibat pemberlakuan PPKM darurat level empat.

“Kegiatan menyasar desa-desa terpencil itu, sudah dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2021. Ini merupakan upaya kami untuk menjemput bola dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengurus dokumen kependudukan dan perekaman E-KTP,” ujar Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Parigi Moutong, Yamin Taha Noho, Rabu, 6 Oktober.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut kali difokuskan dibeberapa desa terpencil di tiga kecamatan, yakni Sidoan, Tinombo, dan Palasa.

Dalam pelayanan ini, kata dia, kepengurusan dokumen kependudukan yang diusulkan masyarakat langsung jadi di tempat.
Bahkan, masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan dokumen kependudukannya.

“Khusus pelayanan E-KTP tidak dapat langsung diterima oleh yang mengusulkan, karena membutuhkan waktu tujuh hari untuk mencetak E-KTP. Hal itu dikarenakan adanya pengiriman data terlebih dahulu kepada Ditjen Dukcapil,” katanya.

Berbeda dengan dokumen kependudukan lainnya seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Kematian serta beberapa dokumen lainnya, dapat diterima langsung di tempat.

Tujuan kegiatan mendekatkan pelayanan ini, kata dia, untuk menjaring masyarakat yang tidak dapat m ndatangi langsung Kantor Disdukcapil Parigi Moutong yang diakibatkan jarak, yang sangat jauh.

Selain itu, kegiatan ini, juga sebagai upaya untuk meningkatkan capaian kinerja Disdukcapil Parigi Moutong khusus sasaran perekaman E-KTP, Kepemilikan Akta Kelahiran dan Kematian serta elemet data pada KK yang terupdate.

Sasarannya, bagi masyarakat yang berusia 17 tahun tahun keatas atau belum pernah melakukan perekaman, pembuatan dokumen Akta Kelahiran dan Kematian serta perubahan element data pada KK.

Sedangkan khusus penggunaan jaringan oleh petugas pencatatan di lapangan menggunakan jaringan langsung ke satelit yang telah di miliki oleh Ditjen Pencatatan Sipil.

“Pengangkutan peralatan perekaman dan keperluan jaringan menuju perkampungan yang terletak di kawasan pegunungan menggunakan motor karena medan yang lumayan sulit dilalui,” tandasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi