Dinkes Parigi Moutong Targetkan Remaja Jalani Vaksinasi 49,742 Jiwa

Ilustrasi. (Foto: kompas.com)

JURNAL LENTERA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan remaja yang siap menjalani vaksinasi di daerah setempat sebanyak 49,742 jiwa.

“Berdasarkan data Dinkes Parigi Moutong, terget vaksinasi remaja sebanyak 49,742 jiwa. Sedangkan yang telah menjalani vaksinasi dosis pertama sebanyak 3,741 jiwa atau 7.52 persen dari sasaran. Khusus remaja yang telah menjalani vaksinasi kedua sebanyak 48 jiwa atau 0.10 persen dari sasaran,” sebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Parigi Moutong, Fauziah Al Hadad, saat dihubungi via telepon seluler pada Jum’at, 10 September 2021.

Dia mengatakan, sejauh ini antusias remaja di Parigi Moutong yang menjalani vaksinasi COVID-19 sangat tinggi jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas.

“Remaja yang datang menjalani vaksinasi ke Puskesmas, karena keinginan mereka sendiri. Bahkan, rata-rata remaja yang mendatangi Puskesmas untuk menjalani vaksinasi didampingi orang tuanya,” ujarnya.

Terbukti, di Puskesmas Kasimbar terdapat sebanyak 100 lebih orang tua/wali anak tanpa paksaan menandatangi surat persetujuan agar anaknya mendapatkan vaksinasi.

Dia menilai, keinginan orang tua agar anaknya mendapatkan vaksinasi, karena mulai menyadari penting memberikan perlindungan kepada anaknya agar tidak terpapar COVID-19.

“Apalagi sebentar lagi PTM akan dilaksanakan di Parigi Moutong, sehingga anak perlu mendapatkan vaksin. Di samping itu, karena ini merupakan program pemerintah,” tandasnya.

Dia menjelaskan, terkait persetujuan orang tua dengan surat pernyataan tidak menjadi sebuah keharusan untuk disertakan ketika seorang remaja akan menjalani vaksinasi.

Sebab, pada dasarnya ketika masyarakat ingin mendapatkan vaksin harus mendatangi fasilitas kesehatan seperti Puskesmas yang sebelumnya harus menjalani screening terlebih dahulu.

Dari hasil pemeriksaan itu, kata dia, jika dianggap layak akan langsung diberikan suntikan vaksin.
Begitu pun sebaliknya, apabila ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan, maka penyuntikan ditunda.

“Untuk remaja usia 12-18 tahun vaksin yang diberikan adalah Senovac. Khusus diusia 18 tahun ke atas, vaksinnya Moderna,” jelasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi