Bupati Samsurizal: Jangan Menebang Atau Merusak Manggrove

Bupati Parigi Moutong, H. Samsurizal Tombolotutu

JURNAL LENTERA – Bupati Parigi Moutong, H. Samsurizal Tombolotutu, mengimbau masyarakat untuk tidak menebang atau merusak pohon manggrove yang lebih dikenal dengan sebutan lolaro.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak merusak atau menebang pohon manggrove, karena sama halnya dengan merusak alam,” ujar Bupati Samsurizal, belum lama ini.

Menurut Bupati Samsurizal, masih ada yang berani menebang pohon manggrove. Padahal pohon mangrove merupakan tanaman yang harus dilestarikan demi keragaman biota laut dan untuk anak cucu kelak.

Terkait adanya aksi penebangan pohon mangrove yang terjadi di Kecamatan Tinombo, Bupati Samsurizal, mengaku telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan upaya sosialisasi, agar tidak terjadi lagi tindakan sepertj itu.

Ia pun meminta aparat hukum untuk tegas melakukan penindakan kepada siapa saja yang merusak alam termasuk merusak tanaman Manggrove.

Dijelaskannya, sesuai Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan, bumi dan air adalah kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.
Olehnya, penting untuk menjaga dan melestarikan mangrove.

“Merusak atau menebang mangrove dapat dikenakan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar,” tegas Bupati Samsurizal.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi