BPBD Parigi Moutong Jelaskan Ini soal Hunian Korban Banjir Boyantongo dan Olobaru

Kepala Sekretariat tim Satgas Pencegahan Covid-19 Parigi Moutong, Idran, ST., yang juga selaku Kepala BPBD.

JURNAL LENTERA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, akan kembali mengusulkan bantuan pemenuhan hunian bagi korban banjir di Desa Boyantongo dan Olobaru, Kecamatan Parigi Selatan, yang terjadi pada tahun 2020 lalu, ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sebelumnya Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong melalui BPBD telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun lalu, untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan hunian dalam rangka penanggulangan dampak bencana banjir,” ungkap Kepala BPBD Parigi Moutong, Idran, ST, di ruang kerjanya, Senin 28 Juni 2021.

Dia mengaku pihaknya saat ini tengah menyiapkan dokumen untuk diusulkan ke Pemprov Sulawesi Tengah dalam rangka permintaan bantuan untuk pemenuhan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat dampak banjir di sejumlah wilayah di Parigi Moutong pada tahun 2020.

Dia menyebutkan, kurang lebih 14 rumah yang menjadi sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi di Desa Boyantongo dan Olobaru, yang merupakan wilayah terdampak parah.

Menurutnya, tidak ada opsi relokasi korban banjir oleh Pemda Parigi Moutong. Sehingga, diupayakan korban bencana masih tetap tinggal, dan menetap di desanya.

Pemenuhan hunian terhadap korban banjir, kata dia, akan diupayakan menggunakan skema rumah khusus. Sebab, pertimbangan pemerintah hanya 14 unit rumah yang hanyut diterjang banjir saat peristiwa itu.

Hingga setahun pasca banjir, warga yang terdampak khususnya, yang kehilangan tempat tinggal belum memiliki hunian tetap. Bahkan, informasi yang diterima pihaknya sebagian dari mereka masih mengontrak rumah.

“Kami berharap usulan ini dapat ditindak lanjuti Pemprov Sulawesi Tengah, agar kegiatan pembangunan hunian bisa secepatnya terealisasi,” harapnya.

Dia mengimbau, agar warga terdampak bencana dapat bersabar, karena pemerintah tengah berupaya.

“Pemda Parigi Moutong tidak menutup mata soal pemenuhan hak korban bencana. Pemerintah tetap berusaha supaya korban banjir bisa tinggal di tempat yang layak. Makanya masyarakat diminta untuk bersabar,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi