Bergerak Dari Palu Inisiasi Program Ruang Kreativitas Anak

Sejumlah anak saat mengikuti program ruang kreativitas anak di kelurahan Lolu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Ahad 6 Juni 2021. (Foto : Adi Pranata/KabarSelebes.id)

JURNAL LENTERA – Sikola Pomore bersama beberapa komunitas lainnya yang tergabung dalam “Bergerak dari Palu”, menginisiasai program Ruang Kreativitas Anak. Belajar asik di ruang terbuka ini rencananya bakal diadakan di tujuh kelurahan di Kota Palu. Pada Ahad 6 Juni 2021 sore, program tersebut sudah berjalan di kelurahan Lolu Utara.

“Ada 78 anak tadi yang ikut program belajar,” kata Project manager, Rio, usai mengajar anak-anak di salah satu taman di Pinggiran sungai Palu seperti dikutip dari KabarSelebes.id pada Senin 7 Juni.

Program ini, kata Rio, dibuka gratis untuk umum. Usia anak-anak yang mengikuti program pun beragam. Mulai anak tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Anak SD diajar melukis, mewarnai, sementara murid SMP dan SMA belajar bahasa Inggris.

“Harapannya murid SMP dan SMA itu mereka yang bakal jadi penerus mengajar bagi daerah mereka,” ungkapnya.

Menurut Rio, di tahun 2021 ini mereka baru fokus mengajar di tujuh kelurahan saja yaitu Kelurahan Lolu Utara, Tipo, Pantoloan, Lasoani, Palupi, Lasoani, dan Buluri. Tak menutup kemungkinan di tahun 2022 cangkupannya akan bisa lebih luas lagi hingga menjangkau anak-anak di 46 kelurahan di Kota Palu.

Progam Kreativitas Anak ini berbeda dengan sekolah formal. Rio bilang, project ini digarap untuk menghilangkan bosan anak-anak yang menerima pelajaran teoritis di Sekolah.

“Kita di sini lebih ke praktikalnya, sedangkan yang di sekolah lebih banyak teorinya,” katanya.

“Misalnya kami di sini mengajar bahasa Inggris, nah kalau di sekolah lebih banyak menulis, kalau di sini kami lebih meningkatkan self confidentnya anak-anak, misalnya, perkenalan diri untuk teori dasarnya,” imbuh Rio menerangkan.

Program ini rencananya akan digelar hingga bulan Desember 2021 dengan jadwal belajar mengajar dua kali dalam satu minggu. Rio bilang sebagai proses evaluasi belajar mengajar, di akhir pertemuan anak-anak akan dikumpulkan dan dibuatkan pentas pertunjukkan.

“Di pentas mereka akan buat penampilan apa saja yang mereka pelajari, misalnya ada yang belajar tari, puisi, mungkin belajar bahasa Inggrisnya lancar, mereka bisa buat pidato bahasa Inggris,” ungkapnya.

Selain itu, program ini juga menghilangkan rasa jenuh anak-anak selama libur akibat pandemi Covid-19. Yaumil Masri, inisiator komunitas Jaga Palu sebagai salah satu donatur program mengatakan, tak adil rasanya jika tempat hiburan ataupun pasar sudah dibuka dan sekolah masih saja ditutup dengan alasan Covid-19.

Meski ada program belajar dari rumah, menurut Yaumil hal itu tak efektif apalagi menyangkut kecakapan anak-anak. Guru-guru harusnya bisa lebih efektif mengajar anak meski masih dalam keadaan pandemi. Misalnya saja bekerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah setempat.

Dengan begitu, kata dia, bisa saja guru-guru tidak kewalahan dengan mengunjungi anak ke rumahnya masing-masing.

“Kita refleksi karena hampir dua tahun anak-anak tidak masuk sekolah. Dan kualitas pendidikan itu sangat memprihatinkan, jadi kami berupaya apa yang bisa kami upayakan untuk membantu anak-anak,” katanya.

Yaumil yang juga pendiri sikola pomore ini menuturkan, di tahun 2021 ini “Bergerak dari Palu” rencananya bisa mengintervensi minimal sebanyak 200o anak. Dia pun berharap tahun depan program ini bisa terus berjalan dan cangkupannya bisa lebih luas.

“Harapannya tahun depan bisa mengintervensi 10.000 anak,” pungkasnya.

Sumber : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi