Bank Sulteng Ancam Tempuh Proses Hukum terkait Bocornya Surat Internal Gubernur

JURNAL LENTERA – Direktur Utama PT. Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris mengaku terkejut surat internal dari Gubernur Sulteng Longki Djanggola untuk Komisaris Utama Independen bocor ke masyarakat. Surat itu berisi perintah penelusuran dugaan kebocoran anggaran serta adanya kerjasama dengan eksternal Bank Sulteng.

“Surat itu bersifat rahasia namun beredar di masyarakat dan ini melanggar undang-undang perbankan tentang kerahasian perbankan. Olehnya saat ini kami tengah menelusuri siapa pelaku yang mengeluarkan surat itu ke luar,” kata Rahmat Abdul Haris, seperti dikutip dari KabarSelebes.id pada Rabu, 9 Juni 2021.

Menurut Rahmat, dia akan mempolisikan pihak-pihak yang ketahuan membocorkan rahasia internal Bank Sulteng.

Saat ini, pihak Bank Sulteng tengah menelusuri di internal perihal kebocoran ini.

Surat Gubernur Sulteng inilah yang akhirnya menjadi sumber informasi yang dimuat oleh salah satu media yang menyebut adanya kebocoran anggaran di Bank Sulteng.

Kinerja Bank Sulteng Membaik

Rahmat Abdul Haris mengaku sudah mengklarifikasi isi surat Gubernur Sulteng dan Komisaris Utama Independen PT. Bank Sulteng itu. Dia menyebut kinerja Bank Sulteng saat ini semakin membaik. Ini terlihat dari rasio non performance loan (NPL) secara yoy mengalami penurunan pada posisi 31 Mei 2020 adalah 1,72%. Kemudian pada 31 Mei 2021 rasio NPL Bank Sulteng menurun menjadi 1,52% dari yang disyaratkan regulasi 5%.

“Perolehan laba secara yoy mengalami penìngkatan sebesar 13,76%, yaitu pada 31 Mei 2020. Perolehan laba Bank Sulteng Rp70,5 miliar, kemudian pada 31 Mei 2021 perolehan laba Bank Sulteng meningkat menjadi Rp80,2 miliar,” kata Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Haris, Rabu, 9 Juni 2020 di Palu.

Menurut Rahmat, per 30 April 2021, jumlah modal inti Bank Sulteng sebesar Rp1,028 triliun. Untuk mencapai modal inti Rp 2 triliun hingga 31 Desember 2021 dibutuhkan tambahan Dana Setoran Modal Rp971,320 miliar yang dibagi proporsional kepada pemegang saham dalam waktu tujuh bulan.

“Sedangkan untuk mencapai modal inti Rp3 triliun per 31 Desember 2024 setelah tercapai Rp2 triliun pada Desember 2021, maka dibutuhkan tambahan dana setoran modal lagi sebesar Rp1 triliun atau Rp333.333 mikiar lebih pertahun, selama tiga tahun dan dibagi proporsional kepada pemegang saham selama tiga tahun,” beber Rahmat.

Bank Sulteng Buka Cabang di Jakarta

Bank Sulteng, kata Rahmat, menargetkan keuntungan Rp240 miliar hingga 31 Desember 2021. Target itu optimis bisa dicapai dengan terus meningkatnya usaha-usaha perbankan milik daerah itu.

“Baru saja ada delapan investor yang akan bekerjasama dengan Bank Sulteng. Ini menjadi peluang,” kata Rahmat.

Selain itu, Bank Sulteng juga melihat peluang besar di kawasan industri Morowali.

“Saat ini kita melayani kebutuhan sekitar sepuluh ribu karyawan dan akan ketambahan tiga ribu lagi. Sudah ada 13 ATM yang beroperasi dan masih akan ditambah lagi untuk meningkatkan pelayanan,” kata Rahmat.

Rahmat Haris, juga menjelaskan pembukaan Bank Sulteng di Jakarta. Pembukaan cabang Jakarta menyasar warga Palu yang ada di Jakarta. Dalam waktu dekat kantor cabang itu akan beroperasi dan saat ini sedang dipersiapkan karyawan sekitar 15 orang.

“Karyawannya pun orang-orang Sulteng yang ada di Jakarta,” ucap Rahmat.

Sehubungan dengan pergantian gubernur/wakil gubernur Sulawesi Tengah Juni ini, maka kursi direktur utama juga berakhir. Rahmat sudah menjabat dua periode sebagai direktur utama. Sesuai anggaran dasar, seorang direktur utama hanya bisa menjabat selama dua periode.

“Saya sudah mengajukan surat pengunduran diri dan pergantian setelah ada gubernur baru,” kata Rahmat.

Laporan : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi