Angka Covid-19 di Sulteng semakin Turun, Apakah akibat Pemerintah Gencarkan Vaksinasi?

Seorang warga tengah menjalani vaksinasi COVID-19. (Foto: KabarSelebes.id)

JURNAL LENTERA – Pemerintah Kabupaten, kota dan provinsi bahu membahu menggelar vaksinasi. Seluruh lini masyarakat mendapat serbuan vaksinasi dari pemerintah, termasuk pula pihak aparat kepolisian, TNI dan pihak swasta.

Vaksinasi massal ini sejak awal memang bertujuan untuk mewujudkan herd immunity atau kekebalan massal. Dengan demikian penyebaran COVID-19 bisa ditekan.

Sejak adanya vaksinasi massal ini, angka pasien COVID-19 di Sulawesi Tengah menurun drastis. Satgas COVID-19 Sulteng bahkan merilis penurunan angka penyebaran yang menyebabkan Sulawesi Tengah menjadi zona oranye.

Juru Bicara Pusat Data dan Informasi Nasional (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah Adiman menyatakan seluruh daerah di Sulteng telah masuk zona oranye. Hal itu berarti Sulteng sudah masuk wilayah beresiko sedang penularan dan penyebaran Virus COVID-19.

Sebelumnya Pada pekan lalu, 9 dari 13 daerah di Sulteng masuk zona merah karena kasus covid -19 di Sembilan daerah itu melonjak tinggi.

“Hingga saat ini seluruh daerah masuk zona oranye covid-19 dengan kasus aktif covid -19 yang perlahan terus turun yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien covid-19 yang sembuh dan rendahnya jumlah warga yang terkonfirmasi terpapar covid-19,” kata Adiman, Senin, 13 September 2021.

Data yang dikeluarkan Pusdatina Sulawesi Tengah menyebut, saat ini kasus covid-19 hanya 2,99 persen.

“Kasus aktif covid-19 atau warga yang terpapar covid-19 yang masih menjalani perawatan di Sulteng hari ini turun tinggal 1.371 kasus atau 2,99 persen dari total warga yang terkonfirmasi terpapar sebanyak 45.797 orang,” kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Sulteng Adiman, Jumat, 24 September 2021.

Di Kota Palu sendiri, keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu, Sulawesi Tengah juga terus menurun. Dalam kurun waktu kurang lebih 9 hari ketersediaan tempat tidur di rumah sakit itu mampu ditekan dari sebelumnya 30 persen kini menjadi 20 persen.

“Menurunnya ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 menunjukkan bahwa kasus COVID-19 di Palu semakin menurun,” kata Walikota Palu, Hadiyanto Rasyid, Senin, 20 September 2021.

Hadiyanto menjelaskan berdasarkan data dari RSUD Anutapura Palu, jumlah pasien yang masih menjalani perawaran intesif di ruang isolasi COVID-19 hingga Jumat lalu tersisa 130 orang. Angka ini akan menjadi tolak ukur bagi pemerintah pusat dalam memutuskan penetapan level di Palu.

“Kami berharap kasus ini bisa ditekan seminimal mungkin agar agar aktivitas perekonomian masyarakat tidak terganggu,” ungkap Hadiyanto.

Makin turunnya angka COVID-19 di Sulteng juga berimplikasi pada penurunan level PPKM di sejumah kabupaten dan kota. Pemerintah Provinsi Sulteng mengeluarkan surat edaran yang menurunkan level PPKM untuk Kabupaten Poso, Tojo Unauna, dan Banggai menjadi level 2. Sementara Kota Palu da Morowali Utara menjadi level 3.

Hal inilah yang membuat Pemerintah setempat mulai membolehkan sekolah tatap muka.

Tren penurunan ini dianggap sebagai keberhasilan pemerintah melalui vaksinasi dan ketatnya pelaksanaan prokes 3 M. Benarkah demikian?

Sumber : KabarSelebes.id

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi