Alasan BKPSDM Parigi Moutong Ikutkan Lima Peserta SKD CPNS yang Dinyatakan Reaktif

Ilustrasi

JURNAL LENTERA – Sebanyak lima diantara 1.200 orang peserta Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan reaktif diberikan kesempatan untuk tetap mengikuti tes yang dimulakan pada Jum’at, 1 Oktober 2021, di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Kelima orang peserta SKD CPNS yang dinyatakan reaktif ini tetap diberikan kesempat mengikuti tes. Tapi ruangannya terpisah dan tidak berbaur dengan peserta lainnya,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Parigi Moutong, Ahmad Saiful, di lokasi kegiatan tes SKD CPNS.

Dia mengatakan, hal itu sesuai rekomendasi dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Parigi Moutong.
Sebab, hasil rapid antigen reaktif tersebut bisa jadi karena diakibatkan virus lain.

“Ini kan rapid antigen, bukan hasil PCR. Makanya bisa jadi karena virus lain, bukan COVID-19,” kata Ahmad Saiful.

Berkaitan dengan hal itu, kata dia, agar hasil rapid antigen benar-benar akurat, pelaksanaannya dipusatkan di Indoor Kantor Bupati Parigi Moutong.

“Tujuannya untuk mengantisipasi adanya surat keterangan hasil rapid antigen palsu, seperti yang banyak terjadi dibeberapa daerah,” ucap Ahmad Saiful.

Dia mengatakan, pelaksanaan tes SKD CPNS tersebut dibagi menjadi lima sesi.
Khusus hari pertama ini, dibuka untuk dua sesi.
Sedangkan hari kedua, kata dia, dibuka tiga sesi.

Dia menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan dibuka sebanyak 106 formasi dan tenaga teknis 12 formasi.

Dalam pelaksanaan tes SKD CPNS ini ditangani langsung oleh tim Badan Kepegawaian Nasional atau BKN Regional IV Makassar.
Khusus panitia kabupaten hanya bertugas mengurus diluar ruangan.

Selain itu, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, seluruh peserta dinyatakan hadir pada tes di hari pertama.
Namun, salah satu peserta diantaranya terlambat tiba di lokasi kegiatan.
Sehingga, tidak dapat mengikuti tes karena sistem telah ditutup.

“Dengan sendirinya pihak panitia tidak bisa mengakomodir yang bersangkutan,” bebernya.

Dia menambahkan, berkaitan dengan itu, khusus pelaksanaan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau PPPK akan dilaksanakan pada Ahad, 3 Oktober.
Formasi tenaga teknis dan kesehatan dari jalur PPPK akan diikuti sebanyak 63 orang peserta.

“Kalau PPPK tenaga guru sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kementerian terkait dibeberapa lokasi di Parigi Moutong beberapa waktu lalu,” katanya.

Laporan : Novita Ramadhan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi