Air Bersih di Parigi Moutong Melimpah

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Parigi moutong, Vadlon ST

JURNAL LENTERA – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dianggap sebagai daerah yang memiliki air bersih melimpah oleh pemerintah pusat.

“Makanya Parigi Moutong tidak lagi mendapat pembangunan sarana air bersih baru,” ujar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong, Vadlon, pada Selasa, 20 April 2021.

Vadlon, mengatakan selama ini Dinas PUPRP Parigi Moutong hanya mengajukan pengelolaan program Pamsimas yang diistilahkan Desa Merah kepada pihak kementerian.

Hanya saja, Dinas PUPRP berkeinginan, agar program Pamsimas juga ada di desa lainnya.

“Namun, ketika kami ajukan dalam sistem, ditolak. Ya, karena Parigi Moutong dianggap Over Capacity untuk pembangunan baru sarana air bersih,” katanya.

Hanya saja, Parigi Moutong tahun ini tetap mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sarana air bersih senilai Rp 7 miliar lebih.

Rencananya, DAK senilai Rp 7 miliar itu akan diperuntukan bagi kegiatan optimalisasi, peningkatan maupun perluasan dengan nominal anggaran bervariasi di enam desa, yaitu Tolole, Donggulu Selatan, Sigega Bersahati, Bainaa, Palasa Tengah, dan Kotaraya Barat.

Dia mencontohkan, sarana air bersih di Desa Tolole yang dibangun pada 2020 lalu, ternyata mengalami kerusakan pada bagian pipa dan SPL. Sehingga perlu dilakukan rehabilitasi.

Selain itu, sarana air bersih di Parigi Moutong mengalami kerusakan, beberapa diantaranya sudah berfungsi kembali.

“Jika APBD diharapkan untuk dianggarkan bagi perbaikan maupun rehabilitasi sarana air bersih, tentu tidak bisa,” ucap Vadlon.

Sehingga, pihaknya selalu mengingatkan kepada Pemerintah Desa, agar memberikan data yang menjadi bahan untuk diajukan ke pemerintah pusat melalui sistem.

Selain itu, ia menambahkan, DAK senilai Rp 7 miliar lebih tersebut, di tahun ini mengalami penurunan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya, karena dampak pandemi Covid-19.

Akibatnya, khusus pengelolaan sarana air bersih di Kecamatan Balinggi yang dialokasikan senilai Rp 14 miliar lebih, justru tidak terealisasi.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi