40 Ribu Anak di Parigi Moutong Akan Jalani Vaksinasi

Kepala Bidang Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular di Dinkes Parigi Moutong, Fauziah Al Hadad. (Foto: Novita Ramadhan/FokusSulawesi.com)

JURNAL LENTERA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 40 ribu anak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, akan menjalani vaksinasi Covid-19.

“Berdasarkan data BPS, sekitar 40 ribu anak di Parigi Moutong akan jalani vaksinasi nanti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong, Ellen Ludya Nelwan, di ruang kerjanya, Jum’at, 9 Juli 2021.

Dia mengatakan, jumlah penerima vaksin di Parigi Moutong akan bertambah, menyusul adanya instruksi pemberian terhadap anak usia 12 tahun.

“Sudah ada instruksi untuk pemberian vaksin terhadap anak,” katanya.

Berkaitan dengan itu, Kepala Bidang Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular di Dinkes Parigi Moutong, Fauziah Al Hadad, mengatakan terjadinya kesenjangan jumlah vaksinasi tahap I dan II membuat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut ingin segera menuntaskan persoalan itu.

“Kami ingin segera menuntaskan vaksinasi tahap II. Makanya kami berharap vaksin yang diberikan untuk Parigi Moutong lebih banyak lagi,” ucap Fauziah Al Hadad.

Dia mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan pemberian vaksinasi tahap II pada 14 Juli mendatang.

Apalagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, akan memberikan 100 vial vaksin untuk mendukung vaksinasi tahap II tersebut.

Jumlah vaksin 100 vial itu, kata dia, diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi untuk 1.000 orang.

Dijelaskannya, dalam tahapan vaksinasi tahap I hanya berjarak 14 hari dengan tahap II.
Seharusnya, setelah vaksinasi tahap I akan diberikan kembali vaksin multi dosis.

“Kami tuntaskan dulu vaksinasi tahap II. Semoga Parigi Moutong diberikan penambahan vaksin lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, terkait vaksinasi anak, berdasarkan data Dinkes Parigi Moutong tercatat sudah ada beberapa orang anak yang telah diberikan penyuntikan vaksin.
Hanya saja, pihaknya menjadwalkan secara khusus, sebab melihat kondisi ketersediaan vaksin.

“Berdasarkan data yang dientri, tidak ada tercatat anak. Tetapi hanya kategori remaja, karena yang di vaksin itu mulai dari usia 12-17 tahun,” tandasnya.

Dia menjelaskan, khusus pelaksanaan vaksinasi terhadap anak, pihaknya lebih menyarankan dilakukan di area fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.

Tujuannya, untuk mengantisipasi ketika terjadi beberapa gejala pasca penyuntikan vaksin.
Dengan begitu, anak yang mengalami gejala pasca penyuntikan vaksin dapat segera ditangani yang dibantu dengan fasilitas kesehatan.

“Makanya kami anjurkan dilaksanakan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas berdasarkan petunjuk vaksinasi,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open Donasi